BREAKTHROUGH START INTERNALLY — YOU'RE ONE YES AWAY FROM CLARITY — YOU'RE ONE YES AWAY FROM WINNING — YOU'RE ONE YES AWAY TO UPLEVEL

cari tahu apa yang ada di balik layar

Dear Aya

H I GUYS

Aku seorang serial entrepreneur, dan sekarang ada 47 tab browser kebuka di otakku.

Aku juga mentor, founder, entrepreneur, motivational speaker, author. (I know kedengarannya banyak banget, dan honestly aku merasa terberkati bisa punya semua pengalaman ini di usia 20-an. So maaf ya kalau aku tulis semua “titles” ini. Semua orang pasang di website mereka, jadi ya… mungkin aku juga perlu?)

Tapi diatas semuanya, aku punya passion bantu orang lain untuk perbarui mindset mereka, mengenal identitas dan tujuan Tuhan yang memang dari awal mereka diciptakan untuk itu.

Let’s have fuUUun. Aku bakal kasih kamu lihat sisi lain dari aku di sini.

THE QUICK STATS

USIA 25 (Gen Z, tapi Old Soul).

STATUS SAAT INI: Membangun The Uplevel ecosystem & ibu dari satu anak (anjing) hahah

THE REAL BOSS: JESUS & anakku 🐶 Kalau kamu denger dia gukguk pas kita meeting, perlu kamu tahu dia yang punya bisnis ini. Aku disini cuma kerja. Dan kalau kamu senyum-senyum pas baca ini, itu Yesus. Percaya deh.

LOVE LANGUAGE: MATCHA. 🍵 (Kalau kamu bawain kopi, aku akan nolak halus… dan judge kamu diam-diam)

SUPERPOWERS: Ubah mental load yang ribet jadi jalan keluar yang simple. Lihat sisi “Gold” dalam diri orang bahkan sebelum mereka sadar itu ada. Bangun bisnis yang melibatkan Tuhan didalamnya.

TANTANGANKU: “Hustle Culture” yang bilang kamu bisa tidur nanti kalau sudah capek banget. Kalau aku lebih pilih tidur malam ini… and show up better tomorrow.

 aku Aya

Kalau kamu scroll timeline-ku, semuanya kelihatan penuh highlights. Kamu lihat influencer yang strong. Kamu lihat video yang viral. Kamu lihat perempuan yang kelihatannya sudah figured it all out.

Tapi kamu nggak lihat harganya.

Aku nggak lahir dengan sendok emas, tapi aku lahir dengan semangat yang penuh. Datang dari desa kecil, aku lihat orang tuaku kerja 24 jam sehari buat ubah realita kami. Semangat itu aku warisi. Aku belajar cepat bahwa kalau aku mau hidup yang beda, aku sendiri yang harus membangunnya dari awal.

Jadi aku mulai berlari.

Di usia 19, aku pindah ke Rusia untuk jadi dokter. Di atas kertas, aku terlihat thriving. Straight A’s, academic honors, kebanggaan keluarga. Tapi realitanya? Aku membeku di suhu -20°C. Hidup dengan 7000 rubel. Memaksa tubuhku masuk ke survival mode yang bertahan bertahun-tahun. Aku mengorbankan kesehatanku demi “sukses” dari sebuah mimpi… hanya untuk membuktikan bahwa aku berharga.

Aku pikir kalau aku cukup berprestasi, aku akhirnya akan merasa aman.

Waktu aku memutuskan berhenti dari dunia kedokteran karena memilih diriku sendiri, aku ngerasain beban penolakan. Dari komunitasku. Dari keluargaku. Dan paling keras… hal itu buat aku down, karena semua seolah nyata, kalau orang lain nilai aku hanya dari prestasiku. Tapi aku pulang ke Indonesia dengan satu misi: buktiin kalau aku bukan kegagalan.


Jadi aku pivot. Aku membangun BYSÈ furniture & interior design company sampai tembus milyaran omzet. Aku berdiri di panggung internasional. Aku ngerasain uangnya. Popularitasnya. Rekognisi-nya.

Dan yang paling bikin mentalku drop? Ternyata itu juga tidak cukup untuk aku mengerti bahwa diriku berharga.

Aku berdiri di puncak dunia, tapi secara rohani aku bangkrut. Aku orang pertama di keluargaku yang mengenal Yesus. Tapi justru aku lari dari Dia. Aku masuk ke jebakan “New Age” spirituality. Ingin memanifestasikan kedamaian. Padahal yang aku cari bukan semesta. Yang aku cari Tuhan. Aku mulai sibuk memutar di titik yang sama. Menutup luka dengan hubungan toxic, alkohol, adrenaline.

Lalu aku terpanggil ke Bali saat aku bener-bener di titik terbawahku. Aku sadar satu hal, selama 20 tahun ini, aku tanpa sadar sedang membangun altar untuk diriku sendiri yaitu mencoba membuktikan bahwa aku layak dicintai lewat pencapaian.

Dalam kehancuran itu, aku mengalami pertemuan kedua yang radikal dengan Yesus. Dia nggak minta kesuksesanku. Dia nggak minta laporan performaku. Dia cuma minta kehadiranku.

Aku berserah. Tidak hanya di Minggu pagi-ku, tapi semuanya. Bisnisku. Identitasku. Dan "keinginan" ku untuk terlihat.

Aku sadar satu hal. Aku tidak dicintai karena apa yang aku bangun. Aku dicintai karena aku tahu diriku ini milik siapa.

Itulah alasan The Uplevel ecosystem ada. Ini bukan sekadar bisnis. Ini adalah misi penyelamatan. Aku membangun ekosistem ini karena aku tahu rasanya memenangkan dunia tapi kehilangan diri sendiri, dan aku tidak ingin itu terjadi padamu.

Aku di sini untuk bilang bahwa kamu tidak perlu menghancurkan sistem sarafmu untuk membangun kerajaanmu. Kamu tidak perlu terus tampil untuk menjadi kuat. Kamu sudah diberi otoritas, sudah dicintai, dan sudah dilihat.

Ayo bertumbuh. Bersama-sama.

PERJALANANKU YANG PANJANG

Rekalibrasi besarku

AKU TIDAK HANYA MENGUBAH KARIERKU.

AKU MENGUBAH sistem pengoperasianKU.

DARI

Hustle: Bangun dengan rasa sesak di dada, ngecek metriks kata orang apakah hari ini aku "berharga" atau tidak.

Performance: Menutupi kehancuran dengan distraksi yang tapi terasa kosong.

Survival: Memaksa tubuh dan pikiranku untuk bertahan dalam stres demi memperjuangkan milestone berikutnya.

KE

Flow: Bekerja dari keyakinan bahwa aku bekerja bukan untuk kemenangan, tapi DARI kemenangan.

Congruence: Memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan apa yang kuperbuat mengalir selaras atas identitasku.

Safety: Membangun hidup yang penuh kelegaan dan rasa aman dalam Tuhan.

Aku membangun ekosistem yang aku dulu harap aku miliki saat aku hilang arah. Itu adalah salah satu alasanku membangun The Uplevel.

Aku sudah berjalan di jalan itu sendirian, kamu nggak perlu.

Kamu nggak harus mengorbankan damai dan keberhasilan.

Kamu bisa punya keduanya.

Daughter of God
(The Foundation)

Sebelum aku jadi founder, mentor, atau creator, aku milik-Nya. Ini satu-satunya peran yang tidak pernah hilang, dan satu-satunya yang menentukan nilaiku. Aku tidak bekerja untuk mendapatkan identitas ini. Aku bekerja dari identitas ini.

Banyak peran yang aku jalani.

The Big Sister

Anak sulung dari tiga bersaudara. Ya... YTTA. Jadi anak sulung, berarti aku yang jadi "contoh". Aku yang harus tahu duluan, menembus batas, dan mengatur standar yang tepat agar saudara-saudaraku jalannya lebih mulus. Meskipun begitu, ini peran yang aku bangga memilikinya.

Mindset & Identity Mentor

Mentor yang membantumu menyingkap "Identity misalignment". Aku menjembatani gap antara neuroscience dan iman, membantumu memperbarui mindsetmu untuk otoritas yang kamu bawa dari lahir.

Founder of The Uplevel

Visionari di balik ekosistem. Aku membangun infrastruktur digital untuk generasi selanjutnya dari KIngdom leaders.

Speaker & Educator

Entah itu diatas panggung atau dalam kelas, tujuanku untuk membuat topik yang dalam mudah diakses, actionable, dan life-changing.

Maverick’s Assistant

Jujur ya. Aku tidak memelihara Maltipoo, aku yang jadi asistennya. KPI harianku meliputi: elus perut, lemparin boneka monyetnya selama 50 kali, dan secara emosional termanipulasi oleh bola bulu ukuran 3,5 kg ini. Dia CEO sebenarnya di bisnis ini.

vintage books collection

Surat dari Aya

Teruntuk kamu yang percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar menantimu.

Bahwa hidup ini diciptakan untuk lebih dari sekadar menjalani rutinitas yang sama setiap hari.

Bahwa ada tujuan yang ingin Tuhan genapi melalui hidupmu, talenta yang ingin Dia kembangkan, dan dampak yang ingin Dia hadirkan melalui setiap langkahmu.

Aku percaya kamu diciptakan untuk hidup dengan kejelasan, berjalan dengan keyakinan, dan bertumbuh menjadi pribadi yang semakin selaras dengan siapa Tuhan menciptakanmu untuk menjadi.

Bayangkan menjalani hidup tanpa terus-menerus mempertanyakan nilai dirimu. Membuat keputusan dengan fondasi yang kuat. Menjalani setiap musim dengan damai, arah yang jelas, dan keyakinan akan tujuan yang sedang kamu bangun.

Bayangkan memiliki identitas yang begitu kokoh sehingga tidak lagi digerakkan oleh ketakutan, validasi, atau ekspektasi yang terus berubah.

Karena ketika seseorang mengenal siapa dirinya, ia mulai hidup dengan cara yang berbeda.

Ia bertumbuh dengan lebih sadar.

Memimpin dengan lebih bijaksana.

Mengasihi dengan lebih tulus.

Dan membangun kehidupan yang membawa dampak jauh melampaui dirinya sendiri.

Doaku melalui ruang ini sederhana:

Semoga kamu semakin mengenal siapa dirimu di dalam Dia, bertumbuh dalam tujuan yang Tuhan percayakan, dan memiliki keberanian untuk melangkah dalam kehidupan yang telah Dia rancangkan bagimu sejak semula.

Selamat datang di perjalanan bertumbuh yang baru.

DENGAN KEYAKINAN KUAT BAHWA KAMU DICIPTAKAN DARI KELIMPAHAN

Dear Aya

brown textile in close up image

Our Library

F R E E  I N S I G H T S

P O D C A S T

DEAR AYA

C O N N E C T

DEAR AYA IG

Q U I C K T I P S

DEAR AYA TT

brown textile in close up image
Navigasi

Dear Aya

Dear Aya adalah seorang leader, entrepreneur, speaker, author, mentor, dan strategist yang membantu setiap orang untuk hidup dengan tujuan dan identitas yang jelas. Karyanya menghubungkan cara kerja otak (neuroscience), penataan ulang pola pikir, dan identitas diri di dalam Tuhan. Ia membimbing kamu untuk keluar dari rasa tidak selaras dalam hidup dan mulai bertumbuh dengan otoritas batin, ketenangan, serta tanggung jawab penuh di setiap langkah yang kamu ambil.

ACTS 20:24 © 2026 Dear Aya. All Rights Reserved.

ID

GLOBAL